Thursday, 17 May 2012

11 Mitos Salah tentang Kemandulan Pria


KESUBURAN pria selalu menjadi topik menarik untuk dibicarakan termasuk fakta dan mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Anda perlu mengetahui kebenaran dari mitos-mitos yang mungkin saja tidak benar.

a. Mitos: infertilitas biasanya merupakan masalah perempuan.
Fakta: Padahal, hal itu tidaklah benar, bahkan sekitar 40 persen kasus infertilitas justru ada pada laki-laki.

b. Mitos: stres adalah salah satu penyebab utama kemandulan.
Fakta: Sebenarnya, stres memengaruhi gairah seks seseorang, tetapi tidak kualitas dan kuantitas air maninya jadi tidak akan menyebabkan kemandulan.

c. Mitos: mendinginkan testis akan meningkatkan kualitas air mani.
Fakta: Salah, mendinginkan testis dengan es tidak hanya berbahaya, tetapi juga tidak efektif. Namun, ada baiknya untuk tidak mengenakan pakaian ketat. Mengemudi terlalu lama juga sebaiknya harus dihindari karena meningkatkan suhu skrotum dan memengaruhi kualitas sperma. Panas dan radiasi dari penggunaan laptop terlalu lama juga tak baik.

d. Mitos: hanya pria berusia lanjut yang memiliki masalah infertilitas.
Fakta: Tidak benar, bahkan pria muda bisa memiliki masalah infertilitas. Jumlah sperma yang sedikit juga dapat ditemui pada pria berusia 20 tahun.

e. Mitos: merokok dan minum alkohol menyebabkan infertilitas pada pria.
Fakta: Ada baiknya berhenti merokok dan minum alkohol karena keduanya diketahui bisa membuat sperma beracun.

f. Mitos: suplemen nutrisi tidak membantu dalam meningkatkan kualitas sperma.
Fakta: Suplemen antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, seng, selenium bisa membantu sampai batas tertentu.

g. Mitos: ponsel yang disimpan di saku memancarkan gelombang elektromagnetik yang merusak kualitas sperma.
Fakta: Hal ini belum tentu benar karena belum dapat dibuktikan dengan penelitian yang lebih lanjut.

h. Mitos: jika telah memiliki anak, kita tidak mungkin akan mandul.
Fakta: Ada berbagai alasan untuk infertilitas sekunder, seperti ovulasi yang tidak teratur pada perempuan, berkurangnya konsentrasi sperma pada pria, atau perubahan hormon lain yang memengaruhi baik pria maupun perempuan.

i. Mitos: berat badan tidak memengaruhi kesuburan pria.
Fakta: Pria dengan indeks massa tubuh yang optimal (BMI) 20 sampai 25 cenderung memiliki produksi sperma yang lebih baik dan lebih normal daripada pria yang kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan.

j. Mitos: bersepeda yang berlebihan memengaruhi kesuburan laki-laki atau jumlah sperma.
Fakta: Tidak benar, bersepeda tidak memengaruhi jumlah sperma. Namun, masalah sebenarnya yakni terkait dengan ereksi.

k. Mitos: berhubungan seks setiap hari meningkatkan kesuburan.
Fakta: "Tidak Bahkan, mungkin mengurangi potensi kehamilan.(MI/DSY)



metrotvnews
Rating: 4.5


No comments:

Post a Comment