Wednesday, 16 May 2012

HARDIKNAS : Waktu untuk Menghardik Diri Sendiri

“Hoooiii Mas, ati-ati dong – gak berpendidikan banget sih ! “ teriak Mbak Pembantu saya menghardik seorang Mas-Mas yang berjalan sambil menabrak kursi roda saya. Si Mas hanya menoleh dan berjalan kembali tanpa mengucapkan sepatah kata. Saya yang ditabrak jadi tertawa sendiri mendengar hardikan Si Mbak Pembantu sambil berfikir – harus berpendidikan seperti apa sih supaya tidak menabrak orang lain di jalanan?

5e7438d133163aecaa63db5b897a604d_sarjanaMbak Pembantu saya hanya sekolah sampai SMP tapi merasa lebih berpendidikan dibanding pria rapi dan wangi yang ternyata berkantor di lantai 1 gedung tempat tinggal saya, sebuah perusahaan kontraktor yang notabene adalah orang yang berpendidikan dibanding pembantu saya.

Sebetulnya orang seperti apa yang disebut berpendidikan ? tanya saya sendiri sambil menyalakan televisi.

5a5d8032f0a029d1883fa2b5628c9e9d_sarjana-2
Hmmm ada berita yang masih panas - Anggie yang ditahan KPK untuk masalah korupsi – dia berpendidikan tinggi - S2 lagi. Ganti channel lagi, duughh infotainment yang masih rame ngebahas perselingkuhan Bupati dengan istri orang – keduanya juga berpendidikan tinggi bahkan si wanita lulusan luar negeri. Malas ah nontonnya …. ganti channel lagi .. berita Gubernur yang dipanggil KPK karena korupsi pembangunan sarana olah raga – bisa menjadi Gubernur pastinya pendidikannya tidak hanya SMA saja. Bosen nonton berita korupsi lagi, pindah channel lagi – ehmmm masih ada berita soal video porno yang (konon) pemainnya adalah dua Anggota Dewan…. duilah ngapain juga sih secara dua-duanya punya jabatan dan pendidikan yang tinggi.

688005f8dc2dee05d40d10e542c0ac3a_sarjana-3
Hmmm…. koq hampir semua beritanya seperti ini ? Orang-orang yang berpendidikan lumayan bahkan tinggi tetapi kelakuannya tidak terpuji, sementara ada liputan betapa anak-anak sekolah di ujung Indonesia sana yang harus menyeberangi derasnya sungai untuk sampai ke sekolah karena jembatan yang roboh dan belum diperbaiki.  Belum lagi begitu banyak tayangan mengenai sekolah yang hampir roboh di banyak lokasi di Indonesia.
4e206321562a8b99dfdea0204ba001e5_sarjana-6
Saya teringat Mas-Mas yang menabrak kursi roda saya tadi pagi - pergi tanpa minta maaf sama sekali, lalu lintas yang kacau setiap hari karena banyak orang yang tidak mau mengalah dan menang sendiri di jalan raya, juga tidak banyak orang yang mau membantu menyeberangkan orang lain di jalan raya.
Apakah ini salah satu gambaran masyarakat yang berpendidikan tinggi ?

9f38f60124d065d4e2a8732bde5d5254_sarjana-4
Untuk apa Hari Pendidikan Nasional diperingati jika yang berpendidikan tinggi tidak ada budi pekerti,moralitas yang dipunya rendah sekali dan tidak peduli sesama sama sekali ?

Sementara yang haus pendidikan masih banyak yang berjuang hanya untuk sampai ke sekolah mereka ?

Hardiknas akan terus diperingati, tetapi akan lebih baik lagi menjadikan waktu ini untuk dapat mendidik dan menghardik diri sendiri untuk tidak mengikut kata hati jika ingin korupsi, jika ingin memanipulasi, jika ingin berbuat nista, jika ingin menang sendiri, jika ingin tidak peduli pada sesama dan lingkungan sekitar.

c04d2e7d9f562c6caed915a40431b1a2_sarjana-5
Dengan bisa menghardik diri sendiri supaya hidup lebih lurus lagi, mungkin kita di Indonesia ini akan bisa menikmati menjadi bagian dari suatu negara yang rendah angka korupsi, tinggi angka kepedulian sosial, saling menghormati, mempunyai budi pekerti tinggi dan saling membantu mengantarkan mereka yang berkekurangan untuk sekolah lebih tinggi lagi.

Sehingga negara ini tidak hanya akan dipenuhi oleh orang yang berpendidikan tetapi juga berbudi pekerti dan berjiwa sosial tinggi.Rating: 4.5



Sumber :http://sintasutanti.blogdetik.com

No comments:

Post a Comment