Monday, 21 May 2012

Katanya RI Butuh Dana Siaga Rp46,7 Triliun hmm...

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan Indonesia membutuhkan dana pinjaman siaga (kontingensi loan) sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp46,7 triliun guna menutupi defisit anggaran tahun ini. Dana itu merupakan bantalan pembiayaan ketika segala upaya sudah tidak bisa dilakukan pemerintah.

"Kita mengharapkan akan mencapai US$5 miliar," ujar Agus di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin 21 Mei 2012.

Agus menjelaskan, pencairan dana pinjaman itu diperlukan jika pemerintah sudah tidak memiliki opsi lain dalam pembiayaan. Misalnya, akibat kurang bergairahnya investor asing dengan pasar obligasi pemerintah karena krisis global saat ini.

"Kalau ternyata pembiayaan karena pasar, perkembangan di Eropa, dan dunia menjadi sulit maka kita bisa menggunakan dana itu," tambahnya.

Menurut Agus, kontigensi loan ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga defisit anggaran di bawah tiga persen pada tahun ini. Bentuk dana ini bisa ditarik untuk membiayai kebutuhan pembiayaan APBN atau sebagai jaminan bagi pemerintah dalam mencari pinjaman ke pasar.

Dia mengakui, Bank Dunia telah menyetujui permintaan Indonesia untuk mendapatkan kontigensi loan tersebut sebesar US$ 2 miliar pada tahun ini. Sisanya akan dicari dari lembaga keuangan internasional lainnya.

"Bank Dunia menjadi pemimpin sindikasi. Nanti di dalamnya akan kita undang partisipasi dari banyak pihak, terutama agen multilateral sehingga tercipta dana yang bisa dipakai untuk kehati-hatian bagi indonesia," ujarnya. (asp)
Pencairan dana pinjaman itu diperlukan jika pemerintah sudah tidak memiliki opsi lain.
Rating: 4.5

Sumber : http://bisnis.vivanews.com

No comments:

Post a Comment