Wednesday, 23 May 2012

Khusus Euro 2012 : Profil Irlandia


PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP BGPGDPTS
1 Rusia (lolos)       107211323
2 Irlandia (play-off)10631821
3 Armenia105231217
4 Slowakia10433-315
5 Makedonia10226-68
6 Andorra          100010-240

Menang play-off melawan Estonia dengan agregat 5-1

HASIL-HASILTOP SKOR
Sep 3, 2010 Armenia 0-1 IrlandiaSep 7, 2010 Irlandia 3-1 Andorra
Okt 8, 2010 Irlandia 2-3 Rusia
Okt 12, 2010 Slowakia 1-1 IrlandiaMar 26, 2011  Irlandia 2-1 MakedoniaJun 4, 2011: Makedonia 0-2 Irlandia
Sept 2, 2011: Irlandia 0-0 SlowakiaSep 6, 2011: Rusia 0-0 Irlandia
Okt 7, 2011: Andorra 0-2 IrlandiaOkt 11, 2011: Irlandia 2-1 ArmeniaNov 11, 2011: Estonia 0-4 IrlandiaNov 15, 2011: Irlandia 1-1 Estonia
7 - Robbie Keane2 - Kevin Doyle,
Aiden McGeady
1 - Keith Andrews,
Richard Dunne,
Keith Fahey,
Kevin Kilbane,
Shane Long,
Sean St Ledger, Jonathan Walters, Stephen Ward, Own Goal

Irlandia hanya sekali menelan kekalahan hingga ke babak play-off. Di babak penentuan ini, mereka mampu membungkam tuan rumah Estonia, meski sebelumnya bermain imbang di kandang sendiri.

Di kualifikasi, Irlandia harus mengakui kekalahan di kandang sendiri di tangan Rusia, yang memang levelnya lebih di atas.

Sebelum kalah dari Rusia, Irlandia mengawali dua pertandingan kualifikasi dengan torehan enam poin, yakni menang impresif atas Aremania dan Andorra.

Dua kemenangan atas Makedonia dan masing-masing satu kemenangan atas Andorra dan Armenia memberikan Irlandia enam poin dari sepuluh pertandingan.

Satu-satunya kesalahan yang diperbuat Irlandia di kualifikasi ini adalah kekalahan dari Rusia, tim yang rangkingnya di FIFA lebih tinggi dari mereka.

Irlandia mengalami dua kali hasil seri saat lawan Slowakia. Beruntung, mereka bisa membawa satu poin dari kandang Rusia di Moskwa.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960Tidak lolos
1988Babak grup
1964Tidak lolos1992Tidak lolos
1968Tidak lolos1996Tidak lolos
1972Tidak lolos2000Tidak lolos
1976Tidak lolos2004Tidak lolos
1980Tidak lolos2008Tidak lolos
1984Tidak lolos2012Lolos melalui play-off

Irlandia baru mencatatkan diri bisa lolos ke babak grup pada 1988, yakni saat Jack Charlton membawa timnya bisa tampil di putaran final di Jerman Barat.

Mereka mampu mengalahkan Inggris, bermain imbang dengan Uni Soviet, dan kalah dari Belanda. Irlandia sempat menjadi peserta penting di putaran grup.

Mereka harus menjalani play-off dengan menghadapi Belanda pada 1996 dan Turki pada 2000.

Irlandia juga gagal di dua kualifikasi sesudahnya. Namun, berkat penampilan apik, mereka akhirnya bisa melaju ke putaran final pada 2012.


MANAJER | GIOVANNI TRAPATTONI


Pelatih asal Italia yang sudah meraih banyak gelar itu harus menghadapi berbagai kritik yang kerap dilontarkan publik Irlandia.

Ada sebuah penyesalan besar yang dialami pria berusia 72 tahun itu terkait metode taktis dan pemilihan skuad.

Namun, ada sebuah fakta yang terbantahkan, Trapattoni telah meloloskan Irlandia ke turnamen besar untuk pertama kalinya dalam satu dekade ini. Apalagi, dua tahun lalu, mereka harus gagal di play-off Piala Dunia 2010 akibat handball Theirry Henry yang membantu Prancis meraih kemenangan.

Trap tampaknya kurang mendapatkan pujian dari penikmat sepakbola karena gaya permainannya yang lebih suka menerapkan pola bertahan, gelandang yang agresif, dan kecepatan pemain dari sisi sayap.

Irlandia sebenarnya adalah tim yang reaktif ketimbang proaktif. Namun, buktinya mereka lolos ke kompetisi besar sehingga Trapattoni bisa membungkam berbagai kritik terhadap dirinya.

KAPTEN | ROBBIE KEANE


Pemain Irlandia bernomor punggung 10 itu bisa menyumbangkan banyak gol untuk negaranya, di saat pemain-pemain lain tak mampu melakukan. Keane bisa masuk ke jajaran pemain penting di level internasional, meski karir klubnya justru berkebalikan.

Keane pernah menjalani karir yang mengecewakan di Inter dan Liverpool. Ia sempat digambarkan sebagai pemain dikotomis, antara Keane untuk negera dan Keane untuk klub. Namun, hanya ada dua pemain masih aktif yang bisa melampaui catatan gol internasional Keane, yakni Stern John dan Miroslav Klose, dan hanya Hakan Suker dan Jon-Dahl Tomasson yang mencetak gol lebih banyak dari dirinya di kualifikasi Kejuaraan Eropa.

Keane merupakan tipe pemain yang tetap hidup meski masih harus berhadap-hadapan dengan bek terakhir. Ia bisa menunggu di kotak penalti untuk melakukan reaksi awal dan kemudian mencetak gol, lawan klub dari berbagai level.

Striker berusia 31 tahun itu tidak akan memiliki banyak kesempatan di turnamen internasional, namun Irlandia pastinya akan selalu merindukan dirinya saat ia sudah pensiun.
 

PEMAIN BINTANG | SHAY GIVEN


Irlandia memiliki pemain-pemain hebat seperti Liam Brady, Paul McGrath atau Roy Keane yang ikut ambil bagian di pertandingan-pertandingan sulit.

Tim asuhan Trapattoni itu dikenal cekatan sehingga lawan-lawan yang sulit harus mengeluarkan kekuatan kolektif ketimbang individu untuk meladeni perlawanan mereka.

Untuk menghadapi lawan-lawan yang sulit, Irlandia biasanya menaruh harapan tinggi pada Shay Given untuk memberikan jaminan pertahanan yang kuat.

Kiper berusia 35 tahun itu hanya kebobolan dua kali dalam tujuh pertandingan internasional yang kompetitif. Reputasi Irlandia sebagai tim bertahan bisa dilihat pada ketergantungan yang tinggi terhadap Given.

Kiper Aston Villa itu merupakan penjaga gawang berkelas dunia. Kelemahan utama dirinya adalah dalam perebutan bola-bola atas. Namun, kiper veteran yang sudah menorehkan 119 caps itu adalah salah satu pemain terbaik di generasinya.

TALENTA BERBAKAT | JAMES McCARTHY


Gelandang Wigan berusia 21 tahun itu pernah berada di dua hati, antara Irlandia, tanah nenek moyangnya, dan Skotlandia, tanah kelahirannya.

Ia akhirnya bisa menutup berbagai keraguan terkait pengabdian internasionalnya dengan menjalani debut kompetitif untuk Irlandia lawan Makedonia pada Maret 2010.

Ia masih bisa lebih banyak membuktikan kepada Trapattoni, yang sempat memanggilnya ke beberapa skuad, namun mengundurkan diri karena cedera.

Namun, dalam perjalanan menurut Euro 2012, McCarthy memiliki banyak kesempatan kalau dirinya layak tampil di putaran final. Ia merupakan pemain muda paling berlatenta yang berpeluang masuk ke dalam skuad final 23 pemain. Ia memiliki passing yang akurat, positioning yang tepat, dan tanggung jawab yang tinggi.
Rating: 4.5

No comments:

Post a Comment