Friday, 1 June 2012

Astaga !! Ternyata Menara Suku Maya juga Ada Di Sukoharjo


Zona Hitam Dunia -  Pernahkan anda memiliki keinginan untuk melihat dari dekat tempat-tempat yang di sucikan di seluruh Dunia? Seperti mengunjungi bangunan tertua di dunia yang terdapat di Inggris atau didekat perbatasan Turki. Atau anda ingin melihat dari dekat menara Suku yang meramalkan kiamat akan terjadi pada akhir tahun 2012 ini, Suku Maya.

Kini keinginan anda untuk melihat dari dekat bangunan di dunia yang hingga kini masih di sucikan di Negara masing-masing bisa diwujudkan semuanya. Siapa yang mengira di Sonosewu, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, atau 10 KM dari Kota Solo keingintahuan anda akan bangunan yang hingga kini masih disucikan tersebut bisa dijumpai.

Tapi nanti dulu, ini bukan bangunan asli, tapi bangunan-bangunan yang didirikan diatas tanah seluas 800 meter tersebut adalah replika yang sengaja di buat oleh perkumpulan warga negara asing sudah tinggal lama di Indonesia yang tergabung dalam yayasan Sahasradhipura.

Didalam komplek dikemas seperti bangunan kuil di Pulau Dewata Bali ini,terdapat sedikitnya 52 bangunan sama dengan aslinya terdapat di sini.

Mulai dari replika Gunung Kailasih di Tibet, Patung Sphinx di mesir, Lingga Hindu yang ditopang kura-kura raksasa bisa ditemukan di sini.

Selain bangunan tadi, di lokasi yang sama juga bisa ditemukan pintu masuk candi New Grange seperti di Irlandia, bangunan tertua di Turki yang didirikan 3000 SM, Mnandjva, dan Candi Stonehenge di Inggris,juga ada.

Menurut Leo Johansah warga Negara Jerman yang mengaku sudah tinggal di Indonesia sejak tahun 1998 ini mengatakan,replika ini tidak sekedar didirikan tanpa tujuan.

Seluruh replika yang mulai dibangun sejak tahun 1989 ini, merupakan simbol keseimbangan alam semesta raya yang ditujukan dengan perputaran matahari sesuai porosnya.

"Setiap tanggal yang ditentukan, matahari berada tegak dibagian mana bisa dilihat dari seluruh bangunan ini. Sehingga antara satu jalan dengan jalan di bangunan ini,seluruhnya berkaitan dengan sinar matahari," jelasnya, di Sukoharjo,Jawa,Tengah.

Leo mencontohkan, setiap tanggal 21 Desember, tepat di tangga miniatur menara Suku Maya, meskipun hanya memiliki ketinggian 1,5 meter dibandingkan dengan yang aslinya, yaitu 30 meter, sinar matahari akan membentuk kepala naga bila membentur anak tangga yang jumlahnya mencapai seribu anak tangga.

Begitu pula pada bangunan candi Mnandjva di Turki ini, setiap tanggal yang sama, sinar matahari akan menunjukan arah mata angin. "Untuk itu sebagai penghormatan pada alam, kami semua merawat bangunan ini, walau hanya sekedar miniatur,"ungkapnya.

Leo mempersilahkan bagi siapa saja yang ingin mengunjungi lokasi bangunan miniatur bersejarah yang juga difungsikan untuk meditasi ini, secara terbuka.
(ftr)
Rating: 4.5

No comments:

Post a Comment